Bukhur untuk Ruqyah: Tradisi, Dasar Dalil, dan Cara Menggunakannya
Penggunaan bukhur (bakhur/dupa arab) dalam ruqyah syar'iyyah adalah tradisi yang dipraktikkan oleh sebagian ulama dan praktisi ruqyah. Bukhur dibakar untuk mengharumkan ruangan selama sesi ruqyah, menciptakan suasana tenang dan spiritual — meskipun bukan rukun atau syarat ruqyah itu sendiri. Yang menjadi inti ruqyah tetaplah pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa ma'tsur.
Topik ini sering menimbulkan pertanyaan: Apakah boleh? Apakah ada dalilnya? Apakah bisa mengusir jin? Di artikel ini, kita akan membahas secara jujur dan seimbang — berdasarkan pendapat ulama dan tradisi yang terpercaya — agar Anda mendapat pemahaman yang benar.
Apa Itu Ruqyah Syar'iyyah?
Sebelum membahas peran bukhur, mari kita luruskan dulu apa itu ruqyah yang sesuai syariat:
Ruqyah syar'iyyah adalah pengobatan spiritual dalam Islam yang menggunakan bacaan ayat-ayat Al-Quran, doa-doa dari Nabi SAW (ma'tsur), dan Asma-ul Husna untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Praktik ini memiliki landasan kuat dalam sunnah Nabi.
Syarat Ruqyah yang Benar
- Menggunakan ayat Al-Quran atau doa yang ma'tsur — bukan mantra atau jampi-jampi yang tidak jelas sumbernya
- Dalam bahasa Arab yang jelas maknanya — bukan bahasa yang tidak dipahami
- Meyakini bahwa kesembuhan hanya dari Allah — ruqyah hanyalah sebab (wasilah), bukan sumber kesembuhan
- Tidak mengandung syirik atau bid'ah — tidak meminta bantuan jin, menaruh jimat, atau ritual non-syar'i
Posisi Bukhur dalam Ruqyah: Pelengkap, Bukan Pokok
Perlu ditegaskan di awal: bukhur adalah pelengkap, bukan komponen utama ruqyah. Tidak ada satu pun ulama yang menyatakan bahwa ruqyah tidak sah tanpa bukhur.
Lalu mengapa banyak praktisi ruqyah yang menggunakan bukhur? Alasannya bersifat suportif:
- Menciptakan suasana tenang — aroma bukhur yang lembut membantu orang yang diruqyah untuk rileks dan fokus
- Tradisi keilmuan — beberapa ulama terdahulu mencatat manfaat wewangian dalam konteks pengobatan
- Aspek psikologis — aroma yang menyenangkan mengurangi kecemasan dan meningkatkan kekhusyukan
- Kebersihan ruangan — bukhur membersihkan udara dan memberi aroma segar di ruangan
Untuk memahami bukhur secara lebih mendalam, baca panduan lengkap apa itu bukhur.
Dalil dan Pendapat Ulama tentang Wewangian dalam Pengobatan
Meskipun tidak ada hadits yang secara spesifik menyebutkan "bukhur untuk ruqyah," ada beberapa dalil terkait manfaat wewangian secara umum:
Hadits tentang Wewangian
Rasulullah SAW bersabda:
"Dijadikan aku mencintai tiga hal dari dunia kalian: wangi-wangian, wanita, dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat." (HR. An-Nasa'i, no. 3939)
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi SAW sangat menyukai wewangian. Meskipun tidak secara langsung membahas ruqyah, ini menjadi dasar bahwa wewangian memiliki nilai positif dalam Islam.
Untuk kumpulan hadits terkait bukhur yang lebih lengkap, baca hadits-hadits tentang bukhur dan wewangian dalam Islam.
Pendapat Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Dalam kitab Zaadul Ma'ad, Imam Ibnu Qayyim membahas secara panjang tentang pengobatan ala Nabi (thibbun nabawi). Beliau menyebutkan bahwa wewangian yang baik dapat memberikan manfaat bagi jiwa dan raga. Wewangian memperkuat hati, menenangkan jiwa, dan menggembirakan indera.
Pandangan Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Syaikh bin Baz tidak melarang penggunaan bukhur secara umum, selama tidak dijadikan sebagai sarana utama pengobatan atau diyakini memiliki kekuatan sendiri tanpa izin Allah. Prinsipnya: selama tidak mengandung syirik dan tidak menggantikan bacaan Al-Quran, maka hukumnya mubah (boleh).
Pendapat yang Perlu Diwaspadai
Bukhur dan Jin: Apa yang Benar?
Ini mungkin pertanyaan paling sering ditanyakan. Mari kita jawab dengan jujur:
Yang BENAR:
- Wewangian yang harum disukai malaikat — disebutkan dalam beberapa atsar (riwayat sahabat)
- Syaitan menyukai bau busuk dan tempat kotor — disebutkan dalam hadits shahih
- Rumah yang bersih dan harum lebih "ramah" secara spiritual
Yang TIDAK BENAR:
- Bukhur bisa mengusir jin secara langsung — tidak ada dalil shahih untuk klaim ini
- Jenis bukhur tertentu "lebih ampuh" untuk ruqyah — tidak ada dasar syar'i
- Asap bukhur adalah "senjata" melawan jin — ini keyakinan tanpa dalil
Yang mengusir jin adalah ayat-ayat Al-Quran, khususnya:
- Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
- Surat Al-Baqarah secara keseluruhan
- Al-Mu'awwidzatain (QS. Al-Falaq dan An-Naas)
- Doa-doa perlindungan dari Nabi SAW
Cara Menggunakan Bukhur Saat Ruqyah
Jika Anda memilih menggunakan bukhur sebagai pelengkap ruqyah, berikut panduan praktisnya:
Sebelum Sesi Ruqyah
- Bersihkan ruangan — pastikan ruangan rapi dan bersih secara fisik
- Nyalakan bukhur 10-15 menit sebelum sesi — biarkan aroma menyebar merata
- Letakkan mabkhara di sudut ruangan — jangan terlalu dekat dengan orang yang diruqyah
- Pastikan ventilasi cukup — buka jendela sedikit agar sirkulasi udara lancar
Selama Sesi Ruqyah
- Biarkan bukhur tetap terbakar di pojok ruangan
- Fokus sepenuhnya pada bacaan Al-Quran — jangan terdistraksi dengan bukhur
- Tidak perlu menambah bukhur di tengah sesi
- Jika asap terlalu tebal, buka ventilasi lebih lebar
Setelah Sesi Ruqyah
- Biarkan sisa bukhur habis terbakar dengan sendirinya
- Buka jendela lebar-lebar untuk sirkulasi udara segar
- Ruangan akan tetap harum selama beberapa jam
Paket Hexagon
Rp 599.000
Bukhur premium lengkap — aroma Ottoman mewah, cocok untuk ibadah dan ruqyah. Box eksklusif + FREE ONGKIR!
Order via WhatsAppJenis Bukhur yang Dianjurkan untuk Ruqyah
Tidak ada bukhur "khusus ruqyah," tapi ada beberapa jenis yang lebih cocok karena aromanya yang lembut dan bahan alaminya:
1. Bukhur Kemenyan (Frankincense/Luban)
Kemenyan atau luban (frankincense) adalah jenis bukhur yang paling tua dan paling sering dikaitkan dengan tradisi spiritual. Aromanya hangat, sedikit citrus, dan sangat menenangkan. Banyak masjid di Timur Tengah menggunakan luban untuk mengharumkan ruangan.
2. Bukhur Oud (Gaharu)
Bukhur berbasis kayu gaharu menghasilkan aroma yang dalam, woody, dan sangat spiritual. Ini adalah jenis bukhur yang paling premium dan paling disukai di kalangan pecinta wewangian Timur Tengah.
3. Bukhur Campuran Ottoman
Bukhur campuran seperti yang diproduksi Derya Oud memadukan beberapa bahan alami — oud, frankincense, amber, rose — dalam satu komposisi yang seimbang. Aromanya kompleks tapi tidak overwhelming, sangat cocok untuk suasana ibadah dan ruqyah.
Yang Harus Dihindari
Untuk menjaga ruqyah tetap sesuai syariat, hindari hal-hal berikut:
- Bukhur dari dukun/paranormal — yang diklaim sudah "dibacakan" mantra tertentu
- Bukhur yang dijual dengan klaim berlebihan — "pasti mengusir jin," "bukhur sakti," dll.
- Bukhur dengan bahan tidak jelas — terutama yang mengandung bahan haram atau najis
- Menggantikan bacaan Al-Quran dengan bukhur — bukhur bukan pengganti ruqyah
- Meyakini bukhur sebagai sumber kesembuhan — kesembuhan hanya dari Allah SWT
Manfaat Bukhur di Luar Konteks Ruqyah
Bukhur tidak hanya untuk ruqyah — manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak. Membakar bukhur secara rutin bisa menjadi bagian dari ibadah harian Anda. Untuk memahami manfaat bukhur secara lebih luas, baca manfaat bukhur dalam perspektif Islam.
Kesimpulan: Bukhur sebagai Pelengkap yang Baik
Penggunaan bukhur dalam ruqyah adalah tradisi yang dibolehkan selama memenuhi rambu-rambu syar'i:
- Bukhur hanya pelengkap — bukan syarat atau rukun ruqyah
- Inti ruqyah tetap pembacaan Al-Quran dan doa ma'tsur
- Kesembuhan hanya dari Allah SWT, bukan dari bukhur
- Gunakan bukhur dari bahan alami dan halal
- Jangan terpengaruh klaim berlebihan tentang "bukhur ruqyah khusus"
Bukhur menciptakan suasana yang tenang, bersih, dan harum — kondisi yang mendukung kekhusyukan dalam beribadah, termasuk saat melakukan ruqyah. Tidak lebih, tidak kurang.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah bukhur wajib digunakan dalam ruqyah?
Tidak wajib. Bukhur bukan rukun atau syarat sah ruqyah syar'iyyah. Ruqyah yang benar terdiri dari pembacaan ayat Al-Quran dan doa-doa yang ma'tsur (dari Nabi SAW). Bukhur hanya bersifat pelengkap untuk menciptakan suasana yang tenang dan nyaman selama sesi ruqyah berlangsung.
Jenis bukhur apa yang cocok untuk ruqyah?
Disarankan menggunakan bukhur dari bahan alami seperti kemenyan (frankincense), kayu gaharu (oud), atau campuran keduanya. Hindari bukhur sintetis atau bukhur dengan aroma terlalu kuat yang bisa mengganggu konsentrasi. Bukhur premium seperti Derya Oud (mulai Rp 225.000) menggunakan 100% bahan alami yang lembut dan cocok untuk suasana ibadah.
Bisakah bukhur mengusir jin?
Tidak ada dalil shahih yang menyatakan bukhur secara langsung mengusir jin. Yang mengusir jin adalah ayat-ayat Al-Quran, khususnya Ayat Kursi, Surat Al-Baqarah, dan Al-Mu'awwidzatain. Bukhur berperan sebagai pendukung suasana — aromanya yang harum disukai malaikat dan membenci syaitan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar.
Apa kata ulama tentang bukhur dalam ruqyah?
Para ulama umumnya membolehkan penggunaan bukhur sebagai pelengkap ruqyah selama tidak diyakini sebagai sumber kesembuhan. Imam Ibnu Qayyim menyebutkan manfaat wewangian dalam pengobatan. Syaikh bin Baz tidak melarang bukhur selama tidak dijadikan sarana utama. Kuncinya: bukhur adalah pelengkap, bukan pengganti ayat Al-Quran.
Bagaimana cara menggunakan bukhur saat ruqyah?
Bakar bukhur 10-15 menit sebelum sesi ruqyah dimulai agar aroma menyebar merata di ruangan. Letakkan mabkhara di sudut ruangan, bukan di dekat orang yang diruqyah. Pastikan ventilasi cukup. Selama ruqyah berlangsung, fokus utama tetap pada pembacaan Al-Quran — bukhur hanya sebagai latar suasana.